“Brengsek……….dasar computer brengsek….!”
Rasanya ingin sekali kupukul computer itu , kalau saja computer itu milikku sudah kubanting
Tapi sayangnya computer itu milik orang lain .
Hari mulai sore dan data yang kucari belum juga aku dapatkan .Hatiku mulai tak tenang rasa kesal dan khawatir bercampur menjadi satu .
“Maaf mas lagi pusing ?”
Sejenak kekeksalanku buyar dari lamunannku.
“Memangnya kalau iya , Embak mau apa?,ngeledek ?” . sahutku dengan nada tinggi .
“Lo kok abang jadi mas jadi marah sih , Saya kan Cuma Tanya !, mungkin aja say bisa bantu ?’
“Emangnya Embak bisa ?”
“Ya mungkin aja….”.
Wah boleh juga nih, Tiba-tiba terlintas dalam pikiranku untuk meminta bantuannya. Tapi aku merasa malu jika harus minta bantuannya .
Kulihat gadis itu duduk di samping meja computer . Tangannya meraba-0raba diatas mouse .
“Oh ya Embak , “.embak juga lagi nyari dat buat tugas ya ?’, kebetulan kita sama !”
Aku mulai mnegajukan pertannyaan yang sebenarnya tak perlu aku ajukan , ya hanya sekedar basa-basi.
“Enggak , Saya nggak nyari data. lagiuan kalau situ tahu juga percuma”.
Gadis itu menyambut pertanyaanku dengan suara yang sedikit terdengar meledek .
Tapi mungkin juga salahku sehingga dia membalas pertannyaanku dengan nada yang kurang enak di dengar .
“Sory deh embak ….”.kalau perktaanku tadi menyinggung Embak !”,
“Makanya kalau di Tanya orang itu jawab dengan sopan,,,,!”
Wah-wah galak juga nih cewe ,”Pikirku sambil tersenyum sinis .
“Embak say bisa minta tolong enggak?”.
“Buat apa saya nolonhg kamu …”.Kita kan Enggak saling kenal ditambah kamu kan Enggak mau di tolong,”".Lagi -lagi ,dia menjawab denagn acuh tak acuh .
“Oya embak ,..Kalau gitu kanalin dong , Nama saya Doni ?”
Tanganku segera ku lepas dari atas mouse.
“Nah ,,gitu dong kalau jadi orang …”
“Nama saya DewI…..”.
“saya senang bisa kenalan dengan Embak “.
“Aduh jangan panggil Embak dong ,…! Panggil aja dewi biar jadi tambah akrab”.
Lambat laun aku jadi penasaran dengan gadis yang bernama dewi . selain catik ternyata orangnya asyik juga kalu di ajak ngobrol .
Semakin lama aku dan dia mulai saling mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar tempat tinggal, sampai pendidikanpu tak luput jadi perbicangan aku dan dia.
Dan ternyata dia juga kuliah di unsri yang berarti sekampus dengan ku.
“Eh ya wi …butheway kamu ngambil jurusan apa sih ?”
“Manajemen Ekonomi ,Kamu sendiri ngambil apa?”..
“Aku ambil jurusan Tehnik Komputer , pantes ya kita enggak pernah ketemu ?”.
Hari terus berlalu senja mulai menhilang kembali keperaduannya .Lampu jalanan mulai bersinar membiaskan cahaya putihya
“Tank’s banget nih kamu ” udah nolongin aku !”…,
Kalau Enggak ada kamu enggak tahu dech harus bagaimana,..”
“Udah enggak usah di pikirin ….biasa aja lagi’,,
Hatiku mulai terasa tenang apa yang kucari sudah dapat terlebih algi aku bisa berkenalan denagan seorang wanita menerutku cantik. Yang membuat aku terkesan dewi orangnya asyik kalau di ajak ngobrol.
Paling tidak untuk hari ini keberuntungan berpihak kepadaku .Tak lama kemudian Aku dan dia berlarian menuju Bus kota .Kulihat dia pergi dengan bus jurusan kearah “Plaju”,
Aku sendiri kearah kertapati.
“Don …kelihatannya hari ini kayaknya seneg banget nih,Lagi banyak duit nih”
“Emangnya …..uyang buat orang seneng itu Cuma dmuit dasar mata duitan lho..”
“Ya , Enggak juga sih tapi itukan yang biasanya yang bisa buat kamu seneng kan!”.
Sambil menuju kamarnya Tony memegang guitar yang sudah tak jelas lagi warnanya,.kemudain keluar lagi dari kamarnya.
“Gimanan soal tugas kamu, udah beres?”
“Udah dong siapa dulu doni dong…?”.
Ledekku sambil menepuk dada.
“Ton …kamu maudengar cerita aku gak?”
“Ini seru Ton”(Sahutku dari ruang tamu).
“Daripada aku dengerin cerita ;kamu enakan aku nyayi sambil m ain gitar ,.Sory ya frends”!
“Dasar orang aneh “.gumamku dalam hati ,Temanku yang satu ini memang enggak pernah mau mendengar cerita aku.Padahal kalau dia yang cerita aku selalu jadi pendengar setianya.Sebearnya aku sempat kesal yam au bilang apap .Dia sohibku semenjak SMA.
Kami tinnggal dikostan yang lumayan luas ,Di kosan inilah kami berlima mengisi waktu selama dua tahun terakhir .yang selalu di penuhi keceriaan.
Walaupun terkadang bterjadi perselisihan tapi masalah itu selalu dapat terselesaikan denagn cara kekeluargaan. Dari perselisihan inilah rasa persaudaraan kami menjadi lebih erat.
Malam itu terasa ada sesuatu yang yang hilang .sambil kuhirup udara malam ditemani secangkir kopi ditanganku ,Lalu kuhampiri toni yang masih bernyayi dengan suara falsenya.
“Ton ….,Obi ,hendara sama dedi ;pada kemana sih ‘koq pada enggak kelihatan?”
“Ah biasa paling-paling main beliayar ,Katanjya sih mereka enggak .Tidur dirumah saipun”".
“oh gitu kok enggak ngajak-ngajak aku ..?”
“udah enggak usah di pikirin ,! Bdaripada mikirin orang kayak mereka enakan kita nyanyi aja “
“Oke…Dech”.
Malam itu hanya kami berdua tinggal di kosan menghabiskan waktu menjelang tidur dengan melantunkan syair -syair lagu hinggga kami pun tak kuat lagi menahan kantuk yang begiut berat.
Sambil berjalan gontai aku dan toni berjalan menuju ketempat peristirahatan masing-masin.
Rasanya waktu berjalan begitu cepatsebulan yang lalu aku dan berkenalan dengan dewi .dan hari ini dia sudah jadi pacarku.Aku terkadang berpikir seolah -oalh tidak percaya dan terkadang pula aku berpikir kalau ini seperti mimpi.
Tapikalu ini mimpi tak mungkin saat ini aku bisa bersama dewi.Aku meyatakan cintaku hanya alm waktu yang begitu sekitar dua minggu ,.kenalan minta no.Hp
Terus pede KT tembak dech eh sekarang uydah jadian .
Memang aneh hidup ini.
Saat ini aku merasa bhagia memiliki pacar seperti dewi yang cukup oerhatian kepadaku.
“D nada telpon neh dari dewi..!”,
“Bentar Ton aku lagi pake baju “>Kudengar Toni memanggilku dari ruang depan.
“Cepat dong entar keburu di tutup nih..!”.
“Iya ..iya bawel ,.Sambil berjalan cepat melangkah mendekati toni dan segera saja kuraih Hp itu.
“iya sayang…., ini aku “.Hari ini aku sedikit manja.
“Sayang-sayang,.. bohong tuh Wi !”.,Gombal”.
Terdengar suara toni yang memotong kata-kataku.
“Dasar sirik “.Balasku.
“Don, Tadi suara Toni ya ?”.Terdengar sura dewi dari dalam hp.ku
“Iya biasa orang aneh ,,,”Tony masih saja duduk sambil membaca sebuah buku ditangannya .Sesekali tersenyum sinis kepadaku.
“Don aku bisa minta tolong enggak sama kamu?”.
“APa sih yang enggak bisa buat kamu?”.Memang begitulah aku selalu memanjakan dewi.
“Kalau bisa entar sore anter aku ke took buku ya?”.
“Ya udah kalau gitu sampai ketemu nanti.,dah … sayang!”.
Terdengar suara dewi yag membuaut aku jadi semakin sayang padanya.
“Dah juga sayang”.Dengan cepat kubals salam nya itu.seketika itu aku juga dewi mematikan hp.nya.
“Ton…jadi enggak kita tanding bliyar lagi?”.
“Kamu jadi ikut enggak don..?”.Hendra temanku tiba -tiba muncul dari kmar denagn raut wajah yang masih .lusuh bercampur mengantuk.
“Kalau aku sih jadi .Tapi enggak tahu deh ,Denagn teman kita yang lagi rindu sama pacarnya.”.
Sepertinya Toni kecewa melihat aku tidak ikut beersama mereka.
“Emangnya ada apaan ton .Bukan…kita…..’”..Hendra tak melanjutkan kata-katanya ,segera saj kupotong sebelum toni menjawabnya
“Gini hen…..maksud toni kakyanya aku enggak bisa ikut dech…,”kamu .Soalnya aku ada janji nih sama Dewi.”
Baca Lanjutannya…
Komentar Terakhir