Oleh: ayury | April 6, 2009

TERHALANG RASA

Riuhnya angin malam yang di iringi guyuran hujan membuat malam terasa lebih singkat

Sang raja siang menyebarkan berkas sinarnya kebalik kaca kamar asrama .

“Mati    Aku”‘,..

Gumamku , dengan nada yang kaget ku gosok mataku perlahan kubuka mataku lalu kucoba memutarkan kepalaku kesebelah tempat tidurku . Ternyata semua sudah tak Nampak lagi batang hidungnya .

“Teng…teng….”"lonceng sekolah sudah mulai berbunyi  yang artinya jam  belajar di sekolah sudah di mulai , sementara “Aku , masih berdandan di depan kaca dengan sangat tergesa-gesa Aku menuju sekolah yang kebetulan sekoalahku tak jauh dari dari asrama dimana Aku tinggal.

Kali ini Aku benar-benar kena batunya, dan pasati Aku dimarahi oleh kepala sekolah ku ‘ yang terkenal kiler itu .”

Begitulah perasaan yang muncul dalam isi kepalaku .

Kucoba mengendap-ngendap  menuju sekolah mengitari pagar sekolah yang di tumbuhi pagar bambu yang tumbuh subur.

“Semoga  Aku tidak ketahuan Kalau ketahuan bisa Mapus neh…”;

“Selamat Pagi bram ?”, Kesiangan Ya?

Begitu terkejutnya aku , ketika kuliihat bapak Nurdin yang tak lain dan tak bukan kepala sekolahku sendiri “;

“Pa…Pa….pagi Pak….”;.

“Bagus Ya ” sudah terlambat mau sembunyi lagi “, Ayo sekarang ikut bapak kekantor .?”

“mampuslah Aku”,,,Desahku dalam hati. Aku tak bisa lagi menghidar dari buruan kepala sekolah yang terkenal killer itu .

Yang sialnya  lagi Aku di tertawakan Oleh teman-temanku , Aku jadi lebih malu terlebih oleh adik-adik kelasku.

“Anak-anak”…Sekalian Bapak membawa contoh seorang siswa yang tak perlu di contoh , “sudah kelas tiga dan tinggal di asrama masih terlambat ,”.”Bapak harap kalian semua jangan mencontoh tingkah lakunya!..”

“Hu…..hu…………” Teriak teman-temanku,”

Temanku semua menertawakanku Lututku terasa mau copot, maklum Aku menjadi  tontonan oleh semua murid di sekolahku.

“Bram,,? “Bapak berharap ini untuk yang terakhir kalinya, dan jangan sampai kamu mengulangi kesalahan ini. Sekarang kamu boleh masuk kelas ..!”

“Iya …Pak”"…

Aku tetap saja merasa kesal dengan ulah teman-temanku yang sudah tak membangunkan Aku.

“Awas kalian semua , tunggu pembalasanku”..Gumamku yang terus ku ucap berkali-kali.

Langkah kakiku semangkin cepat Aku khawartir di kelasku sudah ada guru “Hancurlah Aku hari ini”.

Tapi untunglah Guruku belum masuk kelas ,.

“Ha…..ha.., Jagoan kok bisa terlambat ” , Sahut salah satu temanku dari dalam kelas. Semua temanku memperolok-olokan Aku .

“Makanya ,”jangan  suka ngerjain orang !..”

Tambah Obi , yang duduk sebangku denganku .

Aku masih saja terus mendekati bangkuku, dan hampir tak ada kata-kata yang keluar dari mulutku.

Sampai menjelang istirahatpun aku masih terdiam penuh sesal ,Mungkin benar dengan apa yang di katakan oleh temanku ini , semua salahku juga .,

“Hey…. Bram ?’,Kok kayak  ayam sakit sih .”Tiba-tiba ketenanganku terusik, Sesaat  Aku melemparkan seyum malas ku,.

“Ah….gak  Apa-apa ,Biasa aja lagi ,!,”
“Emang Kamu nggak kekantin?”Seraya dina duduk disampingku “

“Lagi malas nih …”

Jawabku.

Baca Lanjutannya…

Oleh: ayury | April 6, 2009

Senja dibalik bukit

“Brengsek……….dasar computer brengsek….!”

Rasanya ingin sekali kupukul computer itu , kalau saja computer itu milikku sudah kubanting

Tapi sayangnya computer itu milik orang lain .

Hari mulai sore dan data yang kucari belum juga aku dapatkan  .Hatiku mulai tak tenang rasa kesal dan khawatir bercampur menjadi satu .

“Maaf mas lagi pusing ?”

Sejenak kekeksalanku buyar dari lamunannku.

“Memangnya kalau iya , Embak mau apa?,ngeledek ?” . sahutku dengan nada tinggi .

“Lo kok abang jadi mas jadi marah sih , Saya kan Cuma Tanya !, mungkin aja say bisa bantu ?’

“Emangnya Embak bisa ?”

“Ya mungkin aja….”.

Wah boleh juga nih, Tiba-tiba  terlintas dalam pikiranku untuk meminta  bantuannya. Tapi aku merasa malu jika harus minta bantuannya .

Kulihat gadis itu duduk di samping meja computer . Tangannya meraba-0raba diatas mouse .

“Oh ya Embak , “.embak juga lagi nyari dat buat tugas ya ?’, kebetulan kita sama !”

Aku mulai mnegajukan pertannyaan yang sebenarnya tak perlu aku ajukan , ya hanya sekedar basa-basi.

“Enggak , Saya nggak nyari data. lagiuan kalau situ tahu juga percuma”.

Gadis itu menyambut pertanyaanku dengan suara yang sedikit terdengar meledek .

Tapi mungkin juga salahku sehingga  dia membalas pertannyaanku dengan nada yang kurang enak di dengar .

“Sory deh embak ….”.kalau perktaanku tadi menyinggung Embak !”,

“Makanya kalau di Tanya orang itu jawab dengan sopan,,,,!”

Wah-wah galak juga nih cewe ,”Pikirku sambil  tersenyum sinis .

“Embak  say bisa minta tolong enggak?”.

“Buat apa saya nolonhg kamu …”.Kita kan Enggak saling kenal ditambah kamu kan Enggak mau di tolong,”".Lagi -lagi ,dia menjawab denagn acuh tak acuh .

“Oya embak ,..Kalau gitu kanalin dong , Nama saya Doni ?”

Tanganku segera ku lepas dari atas mouse.

“Nah ,,gitu  dong kalau jadi orang …”

“Nama saya DewI…..”.

“saya senang bisa kenalan dengan Embak “.

“Aduh jangan panggil Embak dong ,…! Panggil aja  dewi biar jadi tambah akrab”.

Lambat  laun aku jadi penasaran dengan gadis yang bernama dewi . selain catik ternyata orangnya asyik juga kalu di ajak ngobrol .

Semakin lama aku dan dia mulai saling mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar tempat tinggal, sampai pendidikanpu tak luput jadi perbicangan aku dan dia.

Dan ternyata dia juga kuliah di unsri yang berarti sekampus dengan ku.

“Eh ya wi …butheway  kamu ngambil  jurusan apa sih ?”

“Manajemen Ekonomi ,Kamu sendiri ngambil apa?”..

“Aku ambil jurusan Tehnik Komputer , pantes ya kita enggak pernah ketemu ?”.

Hari terus berlalu senja  mulai menhilang  kembali keperaduannya .Lampu jalanan mulai bersinar membiaskan cahaya putihya

“Tank’s banget nih kamu ” udah nolongin aku !”…,

Kalau Enggak ada kamu enggak tahu dech harus bagaimana,..”

“Udah enggak usah di pikirin ….biasa aja lagi’,,

Hatiku mulai terasa tenang apa yang kucari sudah dapat terlebih algi aku bisa berkenalan denagan seorang wanita menerutku cantik. Yang membuat aku terkesan dewi orangnya asyik kalau di ajak ngobrol.

Paling tidak untuk hari ini keberuntungan berpihak kepadaku .Tak lama kemudian Aku dan dia berlarian menuju Bus kota .Kulihat dia pergi dengan bus jurusan kearah “Plaju”,

Aku sendiri kearah kertapati.

“Don …kelihatannya hari ini kayaknya seneg banget nih,Lagi banyak duit nih”

“Emangnya …..uyang buat orang seneng itu Cuma dmuit dasar mata duitan lho..”

“Ya , Enggak juga sih tapi itukan yang biasanya yang bisa buat kamu seneng kan!”.

Sambil menuju  kamarnya  Tony memegang guitar yang sudah tak jelas lagi warnanya,.kemudain keluar lagi dari kamarnya.

“Gimanan soal tugas kamu, udah beres?”

“Udah dong siapa dulu doni dong…?”.

Ledekku sambil menepuk dada.

“Ton …kamu maudengar cerita aku gak?”

“Ini seru Ton”(Sahutku dari ruang tamu).

“Daripada aku dengerin cerita ;kamu enakan aku nyayi sambil m ain gitar ,.Sory ya frends”!

“Dasar orang aneh “.gumamku dalam hati ,Temanku yang satu ini memang enggak pernah mau mendengar cerita aku.Padahal kalau dia yang cerita aku selalu jadi pendengar setianya.Sebearnya aku sempat kesal yam au bilang apap .Dia sohibku semenjak SMA.

Kami tinnggal dikostan yang lumayan luas ,Di kosan inilah kami berlima mengisi waktu selama dua tahun terakhir .yang selalu di penuhi keceriaan.

Walaupun terkadang  bterjadi perselisihan tapi masalah itu selalu dapat terselesaikan denagn cara kekeluargaan. Dari perselisihan inilah rasa persaudaraan kami menjadi lebih erat.

Malam itu terasa ada sesuatu yang yang hilang .sambil kuhirup udara malam ditemani secangkir kopi ditanganku ,Lalu kuhampiri toni yang masih bernyayi dengan suara falsenya.

“Ton ….,Obi ,hendara sama dedi ;pada kemana sih ‘koq pada enggak kelihatan?”

“Ah biasa paling-paling main beliayar ,Katanjya sih mereka enggak .Tidur dirumah saipun”".

“oh gitu kok enggak ngajak-ngajak aku ..?”

“udah enggak usah di pikirin ,! Bdaripada mikirin orang kayak mereka enakan kita nyanyi aja “

“Oke…Dech”.

Malam itu hanya kami berdua tinggal di kosan menghabiskan waktu menjelang tidur dengan melantunkan syair -syair lagu hinggga kami pun tak kuat lagi menahan kantuk yang begiut berat.

Sambil berjalan gontai aku dan toni berjalan menuju ketempat peristirahatan masing-masin.

Rasanya waktu berjalan begitu cepatsebulan yang lalu aku dan berkenalan dengan dewi .dan hari ini dia sudah jadi pacarku.Aku terkadang berpikir seolah -oalh tidak percaya  dan terkadang pula aku berpikir kalau ini seperti mimpi.

Tapikalu ini mimpi tak mungkin saat ini aku bisa bersama dewi.Aku meyatakan cintaku hanya alm waktu yang begitu sekitar dua minggu ,.kenalan minta no.Hp

Terus pede KT tembak dech eh sekarang uydah jadian .

Memang aneh hidup ini.

Saat ini aku merasa bhagia memiliki pacar seperti dewi yang cukup oerhatian kepadaku.

“D nada telpon neh dari dewi..!”,

“Bentar Ton aku lagi pake baju “>Kudengar Toni memanggilku dari ruang depan.

“Cepat dong entar keburu di tutup nih..!”.

“Iya ..iya bawel ,.Sambil berjalan cepat melangkah mendekati toni dan segera saja kuraih Hp itu.

“iya sayang…., ini aku “.Hari ini aku sedikit manja.

“Sayang-sayang,.. bohong tuh Wi !”.,Gombal”.

Terdengar suara toni yang memotong kata-kataku.

“Dasar sirik “.Balasku.

“Don, Tadi suara Toni ya ?”.Terdengar sura dewi dari dalam hp.ku

“Iya biasa orang aneh ,,,”Tony masih saja duduk sambil membaca sebuah buku ditangannya .Sesekali tersenyum sinis kepadaku.

“Don aku bisa minta tolong enggak sama kamu?”.

“APa sih yang enggak bisa buat kamu?”.Memang begitulah aku selalu memanjakan dewi.

“Kalau bisa entar sore anter aku ke took buku  ya?”.

“Ya udah kalau gitu sampai ketemu nanti.,dah … sayang!”.

Terdengar suara dewi yag membuaut aku jadi semakin sayang padanya.

“Dah juga sayang”.Dengan cepat kubals salam nya itu.seketika itu aku juga dewi mematikan hp.nya.

“Ton…jadi enggak kita tanding bliyar lagi?”.

“Kamu jadi ikut enggak don..?”.Hendra temanku tiba -tiba muncul dari kmar denagn raut wajah yang masih .lusuh bercampur mengantuk.

“Kalau  aku sih jadi .Tapi enggak tahu deh ,Denagn teman kita yang lagi rindu sama pacarnya.”.

Sepertinya Toni kecewa melihat aku tidak ikut beersama mereka.

“Emangnya ada apaan ton .Bukan…kita…..’”..Hendra tak melanjutkan kata-katanya ,segera saj kupotong sebelum toni menjawabnya

“Gini hen…..maksud toni kakyanya aku enggak bisa ikut dech…,”kamu .Soalnya aku ada janji nih sama  Dewi.”

Baca Lanjutannya…

Oleh: ayury | April 6, 2009

“Juli” Di Bulan Juni

Empat tahun sudah Julia mengarungi biduk rumah tangga bersama suaminya ,Julia selalu bersukur atas nikmat yang di berikan kepadanya.

Zainal firmansyah merasa dirinya beruntung mendapat seorang istri sesolehah Julia Ayu Rahmah,Tak sedikitpun rasa cinta dan kasih sayangnya luntur terhadapnya, kebahgian ini menjadi lebih sempurna ketika hadirnya buah hati mereka , Devi rahmani marsa,

Selama putrinya beranjak dewasa selama itu pula Julia tak pernah bersilaturahmi kepada kedua orang tuanya .Sesekali Julia pun menghubungi kedua orang tuanya melalui handphone, rasa rindupun agak sedikit terobati.

Ass. Julia ibu kangen sama kamu kapan kamu mau pulang ,

ibu dah kangen sama  devi ..

salam kangen ya buat devi….

wr.wb

Julia sedikit tertegun dengan sms yang baru saja dia terima ,dari dalam kamar terlihat devi berlari-lari kecil mendekati ibunya. Dengan terbata-bata dan tingkah kecilnya yang menggemaskan ,membuat Julia tersenyum kecil menatapnya.

“Sayang …..tadi eyang titip salam buat kamu ,katanya eyang kangen sama kamu”.

dengan cepat devi pun memeluk erat ibunya

“Eh…pelan-pelan sayang…..”.

Tangan devi langsung saja meraih telepon genggam milik ibunya., di lihat isi sms yang di terima ibunya, ya maklum anak kecil rasa penasaran lebih besar daripada pengetahuannya.

Terlihat raut wajah Julia terlihat agak sedikit dipaksakan untuk tertawa kecil bersama buah hatinya..

“Mah ….,kelihatannya mamah akhir-akhir ini lebih banyak diam ,seperti ada masalah..

Emangnya ada apa sih..mah “.zainal beranjak dari kursi tempat dia duduk sambil mengantungkan bajunya di dalam  lemarinya ,

“Oh ….ya …..devi dah tidur ya…?”,lanjut zainal pada Julia,

“Udah ….mas…”,.tak lama dia pun melanjutkan kata-katanya.

“Mas , ada sesuatu yang ingin aku bicarakan….”,. belum sudah apa yang akan di katakan oleh julia , dengn kata -kata yang halus penuh kasih sayang zainal pun segera memotong kata -kata istrinya tersebut.

“Cerita aja ..Mah ,mungkin aku bisa Bantu , lagian aku paling enggak bisa melihat mamah banyak melamun”.

“Tapi mas……aku takut mas enggak setuju dengan  keinginanku”,.Dengan prilaku yang lembutnya zinal mencoba duduk disamping istrinya sambil mencoba mencari solusi atas kegundahan yang di alami Julia sang istri tercinta.

“Udahlah, mah cerita aja ….enggak baik kalau ada masalah di tanggung sendiri”.

Perkataan zainal yang lembut penuh kasih sayang ini memberikan angin surga bagi Julia.

“Mas kemarin pagi aku dapat sms dari mamah di jogya ,katanya mamah kangen sama devi”.

Kata -kata Julia memang sedikit aneh karena sebenarnya bukan hanya ibunya yang rindu dengan cucunya, tapi Julia pun  sebenarya rindu dengan ibunya. Ya itulah Julia sang istri yang selalu takut dengan sang suaminya tercinta, walaupun sebenarnya zainal tidak pernah membatasi hak istrinya.

Mungkin karena ke solehan Julia ini membuat zainal merasa beruntung memiliki istri seperti Julia.

Tanpa harus mendengar semua kegundahan sang istri, dengan cepat  zainal pun  mampu  membaca  apa yang menjadi keinginan Julia.

“Nah …kalau begitukan aku jadi tahu apa masalah kamu. Terus kamu udah pesan tiket ?”,

“Belum sih mas , soalnya aku takut mas enggak ngijinin Aku”. Jawab Julia dengan   sedikit manja,

“Julia….julia…..Aku kan suami kamu. kalau memang itu bisa membuat istriku bisa tersenyum bahagia kenapa Aku mesti melarangnya..?”,.sambil menggeleng-gelengkan kepalanya zainal tesenyum melihat sikap istrinya itu. Dia pun melanjutkan kata-katanya,

Baca Lanjutannya…

Oleh: ayury | April 6, 2009

Adnan Di Tiang Gantungan

Tangisan dan suara isyak tangis terdengar bergantian dari mulut-mulut yang mengering

“Adnan ..kenapa kamu jadi begini…….”,.Andi mencoba menyeka air mata yang keluar dari kelopak matanya , andi termenung menatap temannya yang perlahan mulai di tutupi oleh tanah .Suara kalam ilahi mengiringi kepergian adnan ,Langitpun nampak bermuram seakan turut mengiringi kepergian adnan.

Adnan yang sebatang kara ini harus meningggalkan teman-temannya yang tak rela melihat dirinya pergi meninggalkannya.

Rasa heran dan tak percayapun terkadang terucap dari mulut kemulut di kampung serab , sebuah kampung di mana adnan tinggal bersama sahabatnya Andi,.

Perlahan tapi pasti adnan mulai hilang tertutup tanah ,dan tanah yang rata berubah manjadi gelombang dengan kedua ujungnya tertulis

“Adnan bin M.saleh.

Lahir:

Jakarta 19 November 1987

wafat :

12 Mei 2008″

segerombolan orangpun mulai meninggalkan pusaran dari tempat terakhir adnan beristirahat untuk selama-lamanya.

“Hey di…..!”.  Adnan mendekati temanya andi yang juga teman sekerja di perusahan asing bidang jasa ini ,

“Eh kamana aja …lho,….”.

“Eh gw baru balik dari tasik habis lihat Bokap di………”.

“Asik dong …”.

Adnan dan andi ini memang begitu setiap saat bertemu maklum hampir lebih dari tiga tahun ini dia selalu bersama .Adnan lahir di Jakarta anak dari pasangan M.saleh dan Maesyaroh, setelah berumur tiga tahun dia pun harus kehilangan ibunya karena serangan kanker  ganas.Sementara ayahnya harus berjuang keras untuk tetap melihat adnan tumbuh menjadi dewasa.

Baca Lanjutannya…

Oleh: ayury | April 6, 2009

Mereka bukan tuhan…..

Mengapa kita harus merasa ketakutan,

Di bawah tangan-tangan kotor utusan setan.

Mereka bukan tuhan yang harus di takutkan

Tapi mereka tak lebih sebuah kotoran yang berjalan,

Jangan takut wahai kawan-kawan,

Pada manusia berdasi tak punya hati ,

Lihat kawan diujung jalan kehidupan ,

Telah bergulingan nyawa diatas kedzaliman….

Berwajah tuhan berhati setan berjalan seolah dalam kebenaran

Dan sungguh telah kukatakan mereka kotoran yang perlu di singkirkan

Teriaklah yang lantang kawan..!

Kita bukan binatang peliharaan …

Katakan pada setan -setan pemuja kekuasaan,

Yang tunduk dan patuh pada kesesatan ,

Kita adalah api yang siap melebur dan membinasakan,

Mulut -mulut busuk penghianat tuhan,

Rentangkan tangan kita sejauh kita berjalan,

Wujudkan impian kita membuinuh tangan setan,

Mereka bukan tuhan hanya  binatang yang perlu kita singkirkan.

Mereka bukan tuhan yang perlu kita takutkan.

Tapi mereka pengecut yang wajib kita lawan,,,,,,

Wahai teman dimana suara kalian yang dulu terdengar lantang,

Ataukah  kalian telah takut pada penentang tuhan,,,

Lebih baik mati di pinggir jalan

Dari pada di ujung kehidupan setan…

Mereka bukan tuhan …..yang perlu kita takutkan

Mereka sampah yang harus kita bersihkan…….

Oleh: ayury | April 6, 2009

Derita kita

Di atas tanah yang kaya  nampak termenung sebuah insan tak berdaya

Terjerat dibalik tirani jeratan kehidupan,

Terlalu ramai sudah badan yang menjerit lapar ,

Dari ujung jalan dan trotoar gang-gang kehidupan

Lunglai lemas badan -badan tak berdosa ditangan kedzaliman penguasa,

Teriak bocah ditengah malam yang buta ,

Menahan jerit dan laparnya tubuh yang merapuh,

Baju lusuh jadi tontonan di sepanjang pemandangan,

Terkesan indah dan di biarkan……,

Tanah ini menangis menatap penguasa yang Apatis,

Topi hitam di balik jas yang indah

Tak perduli dengan mata tak nampak darah,

Menjerit-jerit hingga habis suara ini,

Dengan tenang dan melenggang

Berjalan diatas bumi Tuhan ,

Sambil berjalan tanpa kesan

Dari  tangan penguasa yang jahanam,

Hey…….kau putra bangsa bukankah  tahu  siapa kita …

Jangan biarkan tanah ini bertumpah darah ,

Bukan karean berjuang melawan penjajah ,

Berperang melawan kesengsaraan dan gelisah,

Lihat laut yang  luas harus kah menyempit,

tak pernah tersisa karenanya ,

terkuras jelas ditangan kotor manusia  hina,

Dengar putra bangsa kita dan kitalah

Yang merasakan ulah -ulah jahil tangan penguasa.

Bergerak maju dengan satu tujuan ,

Jadikan tanah ini  tempat berteduh dan senantiasa di ridhoi tuhan…

Oleh: ayury | April 6, 2009

Kenangan yang terbuang

Teriak jiwa yang mati tiada arti

Manambah luka yang terjadi dalam hati

Mengejar kata demi kata ditengah jalan berduri

Hayal  tak kunjung pudar sirna dan pergi

Meratapi sampai kesebrang lautan

Singgasana tak lagi bisa di pandang

Mimpi  dan risaulah menjadi perhiasan

Di  tengah hausnya dalam perjalanan

Mngubur perlahan dalam-dalam

Tak bisa dan tetap tak terlupakan

Sampai badan trtinggal tulang belulang

terlukis jelas guratan lukisan tak kunjung hilang

Raga yang haus penuh ingin

Tak bisa memberi pelepas dahaga

Kaki terpatri rapat di tengah air yang membeku

Teriakan jiwa menggores jelas kedalam raga

Mata memandang gemerlap di kejauhan

Menitikan air dari sisi mata penuh kerinduan

Membasuh  luka , menambah siksa

Teriris dalam , kedalam relung tulang

Jiwa menangis menjerit seketika

Hentakan bathin mulai melemah rasa

Menjelang waktu itu datang

Di ungkap semua kisah yang ada

Terpancar  sinar dari seberang samudra

Terpandang singgasana yang lama di damba

Oleh: ayury | April 6, 2009

Masih dijanjiku

Buih yang beriring di atas gelombang samudra bercerita padaku

Mengapa  aku selalu menanti sesuatu yang tak menentu ?,

Itulah Aku ,tak semuanya harus bisa diterima dengan nyata ,

Biarkan badan ini hanya menanti sesuatu yang tak pasti,

Mengiringi cerita yang terus diukir dalam relung hati .

Kau begitu gila  tak pernah mengerti….?”

Memang kubiarkan diri ini untuk tak mengerti ,

Setiap perjalanan ini penuh dengan misteri ,

Terkadang membuat diri ini selalu iri , janji adalah bukti yang selalu membisik kedalam diri ini,..

Dia disebrang yang berjauhan tak merendahkan jaji yang pernah terikrar,

Biar banyak insan tentang jarak kita maka semakin nyata janji kita,

Janji ini adalah sumpah yang mendarah .

Terukir rapi dintara guratan nadi setiap garisnya,

Terukir jelas nama  yang indah di antaranya ,

Dan kini dia datang terang untuk menantinya dan

Keyakinan itu membuat diri ini semakin teguh untuk terus berlari ,

Mencari mimpi dan menggapai sesuatu yang telah lama ini di cari ,

Dengarlah mentari janjiku tak terbatas waktu ,

Janjiku akan terus menjadi api membara dalam hati ,

Menjadi bara yang terus abadi dalam jiwa ini ,

Sampai akhirnya ikatan itu terjalin erat sampai sang ilahi memanggil diri ini.

Oleh: ayury | April 6, 2009

Terbaring …………

Jika ada waktu untuk tersenyum maka sejenak berbaring badan ini,

Membiarkan hayal terbang bersama keindahan ,dan tawa mengiringinya .

Sesaat terdiam menatap langit yang mulai gelap,

Mentari berganti rupa menjelajahi waktu di unjung senja.

Tak ada tangis tak ada bahagia dimata ini,

Sebuah perjalanan bertaut berubah menjadi cerita,

Mencari jejak langkah  yang telah lama sirna bersamanya,

Sepucuk kertas terikat keras di balik suara yang melemah.

Mencari jawabnya ketika hati menyepi lalu menyendiri karenanya.

Betapa tak ada artinya yang di cari telah menduakannya.

Berbaringlah badan ini menutup mata penuh air mata,

Menyelinap kebalik cerita lalu yang di nantinya ,

Tawanya berubah menjadi duka untuk selamanya.

Jika takdir dan atas nama-Nya ,

Maka biarkanlah badan merebah di balik bahagianya ,

Lalu biarkan jiwa ini tersenyum  bahagia ,

Berbalik rasa dengan hati yang terluka ,

Sambil berucap dan berkata ..

Selamat jalan dan menempuh hidup bahagia

Oleh: ayury | April 6, 2009

Tahukah Dia

Dalam menjelang malam gulita

Sepintas wajah dipujanya

Dimanja dikenang dalam hayalnya

Tanpa seorangpun tahu akan dirinya

Tertawa bahagia mendengar katanya

Sekian tahun yang tak lagi ada

Termenung lagi dibuatnya

Menitikkan air mata mengingatnya

Menjadi terbaik demi katanya

Tak ada pula yang peduli padanya

Seribu cara dicobanya

Hanya kata maki didapatnya

Tetap tersenyum dalam imaji

Meski terjadi hanya dalam diri

Sekedar menghujani diri

Agar terus berjalan dan tetap berdiri

Tak satupun insan mengenalnya

Tak pula bisa dijawabnya

Hanya sebuah harap dan doa

Badan berbalut kain dan selamanya

Hanya mimpi dan imaji

Menjadi setia dan abadi menemani

Dari setiap perjalanan naluri

Tersenyum dan tersenyum selamanya

Sampai pada kata tinggal abadi selamanya

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.