Di atas tanah yang kaya nampak termenung sebuah insan tak berdaya
Terjerat dibalik tirani jeratan kehidupan,
Terlalu ramai sudah badan yang menjerit lapar ,
Dari ujung jalan dan trotoar gang-gang kehidupan
Lunglai lemas badan -badan tak berdosa ditangan kedzaliman penguasa,
Teriak bocah ditengah malam yang buta ,
Menahan jerit dan laparnya tubuh yang merapuh,
Baju lusuh jadi tontonan di sepanjang pemandangan,
Terkesan indah dan di biarkan……,
Tanah ini menangis menatap penguasa yang Apatis,
Topi hitam di balik jas yang indah
Tak perduli dengan mata tak nampak darah,
Menjerit-jerit hingga habis suara ini,
Dengan tenang dan melenggang
Berjalan diatas bumi Tuhan ,
Sambil berjalan tanpa kesan
Dari tangan penguasa yang jahanam,
Hey…….kau putra bangsa bukankah tahu siapa kita …
Jangan biarkan tanah ini bertumpah darah ,
Bukan karean berjuang melawan penjajah ,
Berperang melawan kesengsaraan dan gelisah,
Lihat laut yang luas harus kah menyempit,
tak pernah tersisa karenanya ,
terkuras jelas ditangan kotor manusia hina,
Dengar putra bangsa kita dan kitalah
Yang merasakan ulah -ulah jahil tangan penguasa.
Bergerak maju dengan satu tujuan ,
Jadikan tanah ini tempat berteduh dan senantiasa di ridhoi tuhan…
Komentar Terakhir