Dalam menjelang malam gulita
Sepintas wajah dipujanya
Dimanja dikenang dalam hayalnya
Tanpa seorangpun tahu akan dirinya
Tertawa bahagia mendengar katanya
Sekian tahun yang tak lagi ada
Termenung lagi dibuatnya
Menitikkan air mata mengingatnya
Menjadi terbaik demi katanya
Tak ada pula yang peduli padanya
Seribu cara dicobanya
Hanya kata maki didapatnya
Tetap tersenyum dalam imaji
Meski terjadi hanya dalam diri
Sekedar menghujani diri
Agar terus berjalan dan tetap berdiri
Tak satupun insan mengenalnya
Tak pula bisa dijawabnya
Hanya sebuah harap dan doa
Badan berbalut kain dan selamanya
Hanya mimpi dan imaji
Menjadi setia dan abadi menemani
Dari setiap perjalanan naluri
Tersenyum dan tersenyum selamanya
Sampai pada kata tinggal abadi selamanya
Komentar Terakhir