Oleh: ayury | April 6, 2009

Mentari Pendusta

Mentari dibalik bukit yang merendah

Membiarkan warna dunia bersamanya

Secarik katun dibekapnya

Melepas lelah tak kunjung jua

Menjerit dan tawa tak ada bedanya

Hanya sebuah ucapan penuh dusta

Terkadang melantun syair tanpa makna

Diantara nista disetiap katanya

Seusai waktu memihaknya

Tergaris jelas tindak tanduknya

Tanpa rasa tanpa apa adanya

Makhluk kecil hanya bisa menatapnya

Berulang kisah lama penuh duka

Tak satu jua yang menggugahnya

Keangkuhan menjadi senjata

Ketidak adaan dijadikan dalam setiap kata

Mentari itu tenggelam dibaliknya

Bertanya-tanya tak ada jawabnya

Bukit mulai merintih dan bersedih

Terdengar suara lirih diatasnya

Setiap kali ditatapnya

Mentari pergi sesukanya

Seakan waktu miliknya

Tanpa berdosa dalam dirinya

Oleh: ayury | April 6, 2009

Lelah

Oleh: ayury | April 6, 2009

Antara Jawa dan Sumatra

Tak ada ruang Jawa dan Sumatra

Mengisahkan kesepian dikeduanya

Satu terbuah satu lagi terpenjara

Berkaca kaca dikeduanya

Mengisyaratkan guratan rasa yang pernah ada

Antara Jawa dan Sumatra

Sebuah permat terpisah dari kotaknya

Disetiap liku warnanya

Dipenuhi sejuta kata penuh rindu

Berpeluh kesah dikeduanya

Jawa dan Sumatra adalah penjara

Menutup imaji dan rasa

Mematikan kata tanpa dan maknanya

Antara Jawa dan Sumatra

Sebuah tali telah terukir dikemudinya

Berlabuh dalam biduk tak berkayuh

Tenggelam bersama nahkodanya

Antara Jawa dan Sumatra

Kisah sebuah cerita tak ada habisnya

Hanya tersisa puing-puing dan rabanya

Meluluhkan keyakinan jiwa

Yang diucapkan berlawan makna

Antar Jawa dan Sumatra

Biarlah cerita mengenangnya

Oleh: ayury | April 6, 2009

SAATNYA KITA BANGKIT

Koruptor di negri ini sudah menjadi -jadi ditambah dengan hukumnya yang mampu dibeli dengan uang .

Fenomena ini terjadi tidak hanya di tingkat atas  ditingkat bawahpun sudah menjadi topic yang Lumrah.

Rakyat hanya bisa menyaksikan betapa lemahnya hukum di Negara ini , sampai-sampai para ahli hukum berlomba-lomba melanggar hukum bukan menegakan hukum yang lebih manyakitkan  lagi mereka bisa bebas dari hukum. Inilah  negri hukum di mana hukum hanya berlaku bagi rakyat kecil dan tidak berlaku bagi mereka yang memiliki jabatan

Lantas kemana rakyat akan mengadu sementara para wakil rakyat sinbuk dengan urusannya masing-masing tanpa tahu  nasib rakyat yang memilihya.

Ketidakmampuan dalam melaksanakan amanat lalu di carilah jalan untuk menyalahkan pihak-pihak lain Padahal sudah sangat jelas mereka tidak mampu melaksanakan  tugasnya sebagai wakil rakyat yang di pilh oleh rakyat.

Salah satu contoh ketika rakyat Indonesia di landa krisisi Multidimensi yang terus membabi buta ,para anggota dewan meminta kenaikan gaji.

Di mana nurani para anggota dewan tersebut yang Notabenya adalah seorang yang intelektual.

Baca Lanjutannya…

Oleh: ayury | April 6, 2009

Pesta Elit politik di 2009

Tahun 2009 Merupakan tahun dimana peristiwa lama akan kembali terulang  yaitu peristiwa yang selalu hadir dalam  kehidupan masyarakat indonesia.

Tentunya peristiwa ini sangat dinanti oleh sebagian orang di negri ini selain ajang adu kekuatan impropisasi ,tahun 2009 juga merupakan tahun tempat berkreasi anak negri”.

Tahun 2009 mendatang rakyat Indonesia akan di hadapkan dengan pesta demokrasi lima tahunan. Tentunya sangat menyenangkan dan menguntungkan bagi rakyat .

Baca Lanjutannya…

Oleh: ayury | April 6, 2009

Membangun Peradaban yang Tangguh

Setiap orang memiliki hak sebagai individu yang bebas menentukan hidupnya sendiri.

Kehidupan merupkan pilihan yang memang sudah menjadi fitrah sebagai manusia ,akan tetapi dengan hak yang cukup menguntungkan bagi siapa saja yang memiliki status sebagai manusia tentunya tidak terlepas juga dari aturan yang mengikatnya.

Dalam kehidupan ini manusia selalu dihadapkan dengan kondisi -kodisi yang terkadang memerlukan pemikiran dalam mealaksanakan tindakan tersebut .Manusia memiliki status sebagai mahluk social dan hal ini pula yang menyebabkan perbedaan manusia  dengan mahluk yang ada di muka bumi ini.

Yang kemudian tindakan dan tingkah lakunya dalam kehidupan tentunya harus bisa  menunjukan sikap sebagai manusia dalam tingkah dan cara dalam menghadapi problematika yang terjadi dalam kehidupan ini.

Akan tetapi manusia terkadang selalu salah dalam mengartikan kondisi yang dimilikinya tersebut, yang beranggapan bahwa dirinyalah yang berhak menentukan segala prilakunya dalam bertindak ,seharusnya manusia sadar betul bahwa dalam haknya pasti adanya tanggung jawab terhadap orang lain atau bisa dikatakan adanya hak-hak orang lain.

Mengapa demikian? inilah manusia, karena manusia merupkan mahluk social yang tidak akan pernah bisa hidup tanpa orang lain yang artinya keberadaan manusia bukan menjadi mahluk yang egois yang selalu mementingkan kehidupannya sendiri.

Baca Lanjutannya…

Oleh: ayury | April 6, 2009

Indonesiaku sayang indonesiaku malang

Antrian panjang orang membeli minyak sudah biasa kita lihat sehari-hari. Suatu fenomena yang sangat menyedihkan dan memprihatinkan, padahal disisi lain Indonesia merupakan salah satu penghasil minyak terbesar didunia. Pertanyaannya, kemana semua itu ?

Ketika rakyat masih banyak dirundung masalah yang multikomplek, pemerintah menerapkan konvensi minyak tanah ke gas. Selain itu subsidi minyak tanah dicabut,walaupun akhirnya rakyat menerima meskipun dengan terpaksa. Ditengah program Pemerintah yang sedang dijalankan itu, terdapat sesuatu yang sangat janggal bahkan lucu. Gas pun sekarang susah dicari dimasyarakat. Inikah kebijakan yang direncanakan Pemerintah?

“Maaf bu bulan ini saya belum bisa membayar SPP”, ucapan itu sudah biasa dalam dunia pendidikan Indonesia, bahkan gara-gara tidak bisa bayar SPP, siswa mencoba bunuh diri. Sungguh tragis nasib pendidikan Indonesia. Padahal generasi muda merupakan asset terpenting bagi kelanjutan suatu bangsa. Belum lagi sekolah yang roboh, meskipun dana sudah diajukan tetapi belum juga direhab sebelum ada korban yang jatuh. Inikah pemerintah yang menjunjung nilai pendidikan. Dan yang lebih ekstrim dan masih hangat-hangatnya, apa jadinya dan apa kata dunia jika RUU BHP benar-benar jadi disahkan????

Baca Lanjutannya…

Oleh: ayury | April 6, 2009

Keprihatinan akhir-akhir ini

Akhir-akhir ini kita banyak mendengar dari media baik itu media elektonik maupun cetak tentang berita yang menyedihkan. Mulai dari pembagian zakat yang menewaskan 21 orang sampai kasus makanan yang tidak layak dimakan. Sudah seberapa gawat dan hancurnya negeri ini. Jika kita melihat sebentar tantang negeri ini, sebenarnya sangat tidak masuk akal jika kita hidup dalam kemiskinan. SDA kita berlimpah, mulai dari hasil hutan, ternak sampai hasil laut… tapi begitu banyaknya nikmat yang diberikan untuk negeri ini, kita tidak pernah merasakannya.

Sangat prihatin ketika melihat berita 21 orang meninggal akibat antri zakat yang konon katanya cuma karena uang 30 ribu rupiah, bisa dibayangin, hanya, sekali lagi, hanya karena uang segitu, nyawa jadi taruhan,  apakah emang nyawa di Indonesia ini dihargai cuma segitu, mau gimana lagi, aturan yang sudah morat-marit menyebabkan semua itu.

Baca Lanjutannya…

Kebanyakan orang memandang pendidikan di perguruan tinggi itu sangat penting sekali. Bahkan, ada pula orang yang merasa bahwa tingkat pengetahuan dan pemikirannya rendah bila tidak mengenyam, atau tidak melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Pandangan seperti ini, tentu saja mengandung banyak ketidakadilan. Paling tidak, pandangan tersebut sudah mengesampingkan perlunya melihat realitas manusia dan kemungkinan-kemungkinan yang bisa dilakukan. Bahkan, pandangan tersebut sudah terbukti banyak bertolak belakang dengan kondisi masyarakat, kebangkitan dan perkembangan zaman kita saat ini. Pasalnya, perlu dicatat bahwa negara-negara maju sudah meninggalkan pandangan yang sempit tersebut sejak lama. Di Jepang misalnya, jumlah pelajar yang masuk ke perguruan tinggi hanya mencapai 30% dari seluruh lulusan SMA pada tiap tahunnya. Adapun sisanya, kebanyakan langsung memasuki dunia kerja atau melanjutkan studi ke lembaga-lembaga pendidikan kejuruan atau keahlian tertentu.
Demikian pula di Amerika Serikat. Tercatat , setiap tahunnya hanya sekitar 20% dari jumlah lulusan SMA yang melanjutkan studinya kejenjang perguruan tinggi (universitas). Sedangkan yang lain, kebanyakan melanjutkan belajarnya kelembaga-lembaga pendidikan non universitas dan ada pula yang langsung memasuki dunia kerja. Bahkan, 50% penduduk AS saat ini adalah hanya lulus dari SMA dan ada pula yang tidak sampai menamatkannya.(makalah DR. Faisal al-Masyari, Direktur Pusat Riset dan Pengembangan Pendidikan Perguruan Tinggi Saudi. Lihat majalah al-Usrah, edisi 108).

Baca Lanjutannya…

Oleh: ayury | April 6, 2009

Arogan dan sifat ingin digemari

Arogan dan sifat ingin di gemari mungkin itulah masa-masa yang terjadi sewaktu kita masih remaja .

Adakalanya para remaja menganggap dirinyalah yang terbaik diantara yang lainya ,tapi apakah mereka sadar betul apa yang di lakukannya pada saat itu.

Oleh kaena itu saya akan sedikit berkomentar tentang hal itu.

Untuk menilai pergaulan remaja yang sering orang mengatakan sebagai Generation of change rasanya sangat tidak mungkin jika generasi bangsa saat ini diajarkan tentang hal-hal yang serba wah (menyenagkan ).

Saat ini banyak sekali remaja yang cendrung tidak memilki etika dalam bergaul ., mereka selalu bertindak sesuai denagn nalurinya masing-masing ,tanpa adanya control.

Seperti berpacaran di depan umum yang sebenarnya hal ini sangat bertentangan dengan budaya bangsa Indonesia, Tapia apa mau dikata inilah kenyataan yang terjadi dimasyarkat, khususnya generasi muda kita saat ini.

Hal ini tentunya sangat memperihatinkan bagi kita yang memang memiliki  peduli akan masa depan generasi bangsa ini.

Baca Lanjutannya…

« Tulisan Baru - Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.