Mentari dibalik bukit yang merendah
Membiarkan warna dunia bersamanya
Secarik katun dibekapnya
Melepas lelah tak kunjung jua
Menjerit dan tawa tak ada bedanya
Hanya sebuah ucapan penuh dusta
Terkadang melantun syair tanpa makna
Diantara nista disetiap katanya
Seusai waktu memihaknya
Tergaris jelas tindak tanduknya
Tanpa rasa tanpa apa adanya
Makhluk kecil hanya bisa menatapnya
Berulang kisah lama penuh duka
Tak satu jua yang menggugahnya
Keangkuhan menjadi senjata
Ketidak adaan dijadikan dalam setiap kata
Mentari itu tenggelam dibaliknya
Bertanya-tanya tak ada jawabnya
Bukit mulai merintih dan bersedih
Terdengar suara lirih diatasnya
Setiap kali ditatapnya
Mentari pergi sesukanya
Seakan waktu miliknya
Tanpa berdosa dalam dirinya
Komentar Terakhir